Jalan Pulang Lewat Dapur
Di dapur, waktu mendidih pelan.
Ibu menyalakan kompor
seperti menyalakan hari:
kecil, biru, sabar.
Aku pulang membawa kota
di pundakku,
dan ia tidak bertanya apa-apa.
Hanya menambahkan garam
ke sesuatu yang belum kusebut namanya.
Rupanya pulang
adalah ketika ada yang tahu
rasa masakanmu
sebelum kau sempat lapar.
Di mangkuk yang mengepul,
kudengar semua jawaban
yang tak pernah kudapat
di jalan-jalan yang terlalu terang.